Dosen MM UMY latih UKM Batik Tulis Alami di Bayat tentang Pemasaran online

September 12, 2020, oleh: superadmin

Dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di Padukuhan Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada hari sabtu [12/09]. Bentuk pengabdian yang dilakukan adalah pelatihan batik tulis alami tentang pemasaran online.

Tidak dapat dipungkiri lagi saat ini penjualan melalui media social memang sudah merambah hampir setiap sektor perdagangan, termasuk bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Perkembangan sosial media yang semakin cepat menuntut para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mampu beradaptasi dan memiliki fleksibilitas strategi dalam meraih pelanggan. Media pemasaran online adalah salah alat yang dapat digunakan dalam strategi pemasaran yang perlu dimiliki oleh para pelaku UKM dalam meningkatkan penjualan produk mereka.

Beberapa media sosial yang bisa dipilih diantaranya adalah jejaring sosial dengan facebook, instagram, twitter, atau yang lainnya. Begitu juga yang dialami pelaku UKM Batik di Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Dukuh Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat  saat ini telah memiliki pengrajin batik tulis alamii sebanyak 32 pengrajin yang juga perlu memahami pemasaran online. Salah satu bentuk kegiatan dalam memahami pemasaran online adalah kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat dalam skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Dosen program studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Hadir sebagai pembicara dalam Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut yaitu Dr. Nuryakin., MM selaku Dosen dari Program studi Magister Manajemen UMY. Materi  yang disampaikan tentang pentingnya teknik berjualan dengan menggunakan media social, seperti facebook dan instagram yang saat ini telah banyak dilakukan oleh para pelaku usaha Batik dalam mengenalkan produknya di pasar global. Dr. Nuryakin., MM menyampaikan satu materi tentang pemanfaatan instagram melalui dua teknik berjualan, yaitu hard selling dan soft selling,  Teknik hard selling merupakan upaya mengkomunikasikan kampanye produk melalui instagram dengan menunjukkan merek sehingga dengan mudah dapat dijangkau oleh target sasaran. Pendekatan tersebut mengkomunikasikan secara langsung (to the point).  Tujuan dilakukan pemasaran dari kampanye tersebut yaitu dapat secara langsung menunjukkan harga ataupun promo yang sedang diadakan oleh merek tertentu / lebih simpelnya berjualan secara langsung. Sedangkan teknik softselling, artinya penjualn tidak melakukan penjualan secara langsung,  melainkan dengan menawarkan sesuatu yang lain terlebih dahulu, baru setelah itu kita menjual dengan halus. Kita bisa membuat berbagai konten posting yang beragam seperti tips, quote, quiz, atau infomasi VIDEO menarik. INTINYA yang berkaitan dengan brand batik. Tujuannya menggaet follower dan memupuk kesan serta kepercayaan customer terhadap brand anda.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga menghadirkan pembicara lain, yaitu A. Handayani., SE pemilik akun arum_hijab dan fashion. Dalam pengalamannya A. Handayani., SE mengajak kepada para peserta untuk belajar membuat market place di facebook dan instagram. Hadir 16 peserta dalam kegiatan tersebut yaitu para pelaku UKM Batik alami yang berasal dari  Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Kegiatan tersebut memberikan memiliki motivasi bagi para pelaku UKM Batik tersebut untuk belajar pembuatan kedua akun tersebut.

Ketua pengrajin batik alami di wilayah tersebut, yaitu Suharjo menyampaikan pentingnya bagi pelaku UKM Batik alami di Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten  untuk belajar aplikasi penjualan online, baik menggunakan facebook ataupun instagram untuk meningkatkan penjualan produk batik. Penting bagi pelaku UKM Batik tersebut dalam mengenal penggunaan media sosial, dan melakukan saling kolaborasi dengan pelaku UKM Batik lain dalam proses pembuatan produk batik dan penjualan batik, sehingga dapat mendukung penjualan mereka di era teknologi informasi. Kegiatan pengabdian tersebut juga sebagai upaya menjalin keberlanjutan program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan stakeholders yang dalam hal ini pelaku UKM Batik Alami di Desa Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Koordinator klaster UKM Batik di Desa Karang Gumuk RT03/RW07 Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Bapak Suharjo berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pemahaman kepada para pelaku UKM Batik dalam meningkatkan penjualan produk mereka melalui media online.