DOSEN dan TENDIK MM UMY Ikuti pelatihan budaya kerja baru saat pandemi covid19

July 1, 2020, oleh: superadmin

Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan pelatihan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan Program Pascasarjana di UMY. Pelatihan ini  diadakan pada (30/6) di amphitheater lantai 4 gedung pascasarjana. Pembicara utama dalam pelatihan ini adalah Prof. Djamaluddin Ancok, Ph.D. kegiatan ini dihadiri juga oleh Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto, MP, IPM., Wakil rektor II bidang Sumber daya Manusia, Dr. Nano Prawoto, M.Si., dan Direktur Pascasarjana, Ir. Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., P.Eng.,IPM.

Pentingnya kegiatan ini karena menghadapi era baru pandemi covid19, dosen maupun tendik perlu menyesuaikan pembelajaran dan pelayanan akademik di kampus. Bagaimana kita bisa hidup dengan tatanan baru dan terus berupaya pencegahan penyebaran virus. New reality , kenyataan untuk betul-betul menyelami ajaran islam. Imbauan membersihkan badan seperti cuci tangan, bersuci, dsb sebenarnya sudah diajarkan oleh Islam sejak lama, namun mulai tergantikan gaya hidup yang kurang sehat. Soft skill penting untuk mengelaborasi kinerja seseorang yang sesuai dengan kemampuannya.

Pelatihan ini tentang perubahan apa yang bisa dilakukan, bagaimana dapat melayani akademik yang lebih efektif dan efisien. Pentingnya Hard skill dan Soft skill, namun lebih cenderung untuk meningkatkan soft skill, karena kemampuan tersebut menyumbang 90% kesuksesan di tempat kerja. Selain hal tersebut, perlunya civitas akademika memahami budaya organisasi UMY yaitu ISLAMIC (Integrity, Sustainability, Leadership, Accountability, Modern, Innovative, dan Commitment. Tantangan global pada dunia ini tidak hanya pandemi, namun sudah mulai dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016 lalu. Pentingnya Kebermaknaan kerja, membangun komitmen dalam organisasi,  meningkatkan kualitas kerja, penuruan biaya, pemrosesan waktu yang cepat, dan memperhatikan kepuasan pengguna layanan. Respect, saling menghargai satu sama lain.

Kegiatan ini diselenggarakan secara offline (bagi tenaga pendidik) dan online (bagi dosen) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu scan suhu badan, menggunakan masker, dan penyediaan hand sanitizer. Seluruh peserta terlihat antusias dan menyimak materi yang telah disampaikan. Dengan kegiatan ini diharapkan dosen maupun tendik dapat lebih meningkatkan kinerjanya.