gatheringProgram Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MM-UMY) sebagai lembaga pendidikan bisnis terkemuka di Indonesia terus berupaya untuk melakukan pengembangan organisasi, melalui pemberdayaan alumni dan mahasiswa, salah satunya melalui kegiatan pertemuan antara mahasiswa dan alumni dengan pengelola (gathering), sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan (sharing), dan hasil akhir payday loans online yang diharapkan adalah muncul rasa kepedulian (caring) terhadap sesama mahasiswa dan alumni maupun dengan organisasi. ¬†Untuk itu diselenggarakanlah Gathering MM UMY pada Sabtu, 29 Agustus 2015 di Gedung Pasca Sarjana Ruang Study Hall Lantai 4 UMY dengan tema “Menyambut Persaingan Terbuka di ASEAN dengan Pembentukan Organisasi Bisnis yang Berdaya Saing Global”.

Pembuatan pasar tunggal ASEAN yang menjadi semangat MEA 2015 merupakan upaya peningkatan daya saing terhadap China dan India. Dampak positifnya kegiatan produksi dalam negeri terus meningkat kualitas dan kuantitasnya, menambah devisa negara melalui bea masukk, biaya luar atas ekspor dan impor.

“Namun sisi negatifnya barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah. Persaingan yang sangat ketat. Kalau kalah bersaing, maka pengangguran akan merajalela,” jelas Kepala Dinas Sosial DIY Drs Untung Sukaryadi MM yang merupakan salah satu alumni MM-UMY dalam acara gathering tersebut. Untung menegaskan, perlunya keunggulan SDM dengan ketrampilan variatif dan mental pekerja tinggi, SDA yang memadai dan industri-industri kreatif dan pariwisata. Beberapa langkah strategi yang perlu dilakukan lanjut Untung yakni dengan peningkatan kompetisi, pengembangan wirausaha baru, pengembangan industri kreatif, dan perluasan lapangan kerja.

Sedangkan Guru Besar Manajemen SDM yang juga menjabat sebagai Kaprodi Magister Manajemen UMY, Prof.Dr Heru Kurnianto Tjahjono menuturkan, bagi SDM terdidik, MEA dapat dimaknai secara optimis sebagai banyaknya peluang bekerja di Indonesia dan negara ASEAN lainnya. Namun di sisi lain juga ancaman kehadiran SDM dari berbagai negara ASEAN di bursa kerja Indonesia.

“Untuk pengembangan kapabilitas SDM Indonesia hadapi MEA bisa ditempuh dengan menjadi subjek yang optimis hadapi MEA, membangun kompetensi merupakan prioritas yang penting serta menekankan kemampuan kolaborasi dan membangun nilai tanggung jawab dan amanah bagi SDM Indonesia”, jelas Prof. Heru.