Perkembangan dalam bidang usaha memaksa pelaku usaha untuk semakin kreatif serta memiliki inovasi baru dalam melaksanakan usahanya. Social entrpeneurship merupakan suatu bentuk usaha yang dapat menciptakan nilai sosial, mengenali dan memanfaatkan peluang untuk menciptakan nilai sosial. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Ma’ruf, SE., M.Si. sebagai narasumber dalam acara Kuliah Praktisi yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan tema “Social Entrepeneurship: Inovasi Sosial Bagi Generasi Milineal”, Kamis (5/4).

“Social Entrepreneur memainkan peran agen perubahan di sektor sosial dengan mengadopsi misi untuk menciptakan nilai sosial, mengakui dan tanpa henti mengejar peluang baru untuk melayani misi tersebut, terlibat dalam proses inovasi berkelanjutan, adaptasi dan pembelajar, berani bertindak tanpa dibatasi oleh sumber daya yang ada saat ini, dan menunjukkan rasa pertanggungjawaban yang meningkat terhadap konstituen yang dilayani dan untuk hasil yang tercipta,” ungkap Ahmad Ma’ruf.

Ahmad Ma’ruf juga mengungkap kiat-kiat menjalankan Social Entrepreneur yang baik. “Pertama, berusaha untuk mencapai keberlanjutan dalam mencapai misi sosial. Kedua, bergantung pada jejaring sosial dengan tujuan menghasilkan dana, menarik sukarelawan, menyebarkan informasi, serta mengundang pelanggan. Ketiga, menjadi pemimpin karismatik dengan cara menjadi individu yang bervisi, kreatif, berjiwa wirausaha (entrpreneurial), dan beretika di belakang gagasan inovatif.” Ujar salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

Potensi Soicial Entrepreneurship di era modern ini sangat bagus, dimana dijelaskan oleh narasumber beberapa potensi yang dapat dijadikan acuan. “Crowdfunding atau kita bisa yang menyasar program sosial dan berinventasi kepada ekonomi sosial, contohnya mendapatkan sejumlah Rp 61.000.000.000,- pada tahun 2016. Cwordlending atau gandeng tangan yang dimaksudkan memberi lebih banyak kesempatan setiap orang yang ingin berperan dan meminjamkan dana mereka, contoh minimal 50ribu rupiah, dengan bunga 0%. iGrow merupakan platfrom untuk agrikultur, untuk mendapatkan pendanaan untuk pertanian dari investor.”

Kegiatan praktisi ini di moderatori oleh Dr. Arni Surwanti, M.Si yang juga sekaligus sebagai kepala program Magister Manajemen UMY. Harapan dari kegiatan kuliah praktisi tersebut adalah membuka wawasan mahasiswa untuk dapat memahami serta menjalankan sosial entrepreneurship, sebagai langkah inovatif dalam perkembangan usaha di era modern.